Niat Sholat Ada’ ,
Qodho, Dan I’adah Serta Pengertiannya
Assalaamu’alaikum
Wr.Wb
Selamat
berjumpa kembali di seputar kumpulan niat sholat. sengaja kami sajikan dengan
bahasa yang lebih ringan agar mudah difahami oleh semua kalangan terutama bagi
saya pribadi yang masih belajar dalam sholat.
Pada
postingan kali ini, insya Alloh saya akan share tentang Niat sholat ada’. qodho dan i’adah serta pengertiannya.
Apa yang
dinamakan sholat ada’?...
1. Shalat ada’ merupan sholat yang dikerjakan dalam
batas waktu yang telah ditentukan. Menurut Madzhab Hanafiyah apabila seseorang
mendapatkan kira-kira hanya sekedar takbiratul ihram di akhir waktu shalat.
Sementara menurut madzhab Syafi’iyah berpendapat bahwa seseorang dikatakan
shalat ada’ apabila mendapatkan satu rakaat sebelum berakhir waktu sholat
berikutnya.
contoh niat sholat ada’ :
contoh niat sholat ada’ :
اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل
القبلة ادأ لله تعالى
lalu apa yang damakan sholat qadha’??
2.
Sholat qodho yaitu sholat yang dikerjakan di
luar waktu sholat yang ditentukan yang dijadikan sebagai pengganti shalat yang
ditinggalkan karena unsur syara’ (udzur syara’ dalam sholat yaitu lupa dan
tidur) atau unsur kesengajaan, lupa, atau tidak memungkinkan melaksanaan shalat
tersebut, namun sholat itu lebih utama dilaksanakan pada waktunya (ada’).
Berikut adalah contoh niat sholat Qodho :
اصلى فرض
الظهر اربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى
Ditinjau dari
sisi hukum syara’, sebenarnya antara qadha’ dan ada’ adalah sama,
yaitu sama-sama wajib sebagai mana diungkapkan Al-imam Abu Hamid bin Muhammad
bin Muhammad Al-Ghazali dalam kitabnya, Fawatikhu rakhamut bahwa kewajiban itu
ada dua yaitu ada’ dan qadha’. Hanya saja pelaksanaan dan nilai yang berbeda.
Yang satu dilaksanakan tepat waktu, yang lainnya tidak, sehingga berdosa. Tetapi
terlepas dari berdosa atau tidak, qadha’ adalah tindakan indisipliner yang akan
mengurangi nilai seseorang hamba dengan tuhannya, jadi sebaiknya sholat
dikerjakan sesuai pada waktunya.
(Baca juga Bacaan niat sholat fardlu lengkap dengan artinya)
Kemudian apa yang dinamakan dengan sholat i’adah?
(Baca juga Bacaan niat sholat fardlu lengkap dengan artinya)
Kemudian apa yang dinamakan dengan sholat i’adah?
3. Menurut
istilah para fuqaha (ahli fiqih), Sholat i’adah yaitu sholat yang
dikerjakan yang kedua kalinya pada waktunya atau tidak. Karena pada shalat yang
pertama tedapat cacat atau karena ada shalat kedua yang lebih tinggi tingkat keutamaannya.
Shalat I’adah ada yang wajib, tidak wajib dan sunnah. I’adah yang wajib diantaranya apabila seseorang tidak menemukan atau memiliki sesuatu yang mensucikan untuk bersuci (air, debu). Dalam waktu yang terbatas, seseorang tetap wajib melaksanakan shalat meskipun tidak bersuci dan kemudian wajib i’adah pada waktu yang lain setelah mendapatkan sesuatu yang bisa dipergunakan untuk bersuci. Hal ini mengingat bersuci adalah syarat shalat. Begitu pula dengan seseorang yang melaksanakan shalat tanpa mengetahui waktu, maka wajib I’adah sebagaimana disampaikan qdhi Abu Thoyyib dan Abu Hamid Al-Ghazali.
contoh niat sholat I’adah tidak jauh berbeda dengan sholat ada’ (bisa ditambah dengan lafadz اعادة)) atau tidak seperti di bawah ini :
Shalat I’adah ada yang wajib, tidak wajib dan sunnah. I’adah yang wajib diantaranya apabila seseorang tidak menemukan atau memiliki sesuatu yang mensucikan untuk bersuci (air, debu). Dalam waktu yang terbatas, seseorang tetap wajib melaksanakan shalat meskipun tidak bersuci dan kemudian wajib i’adah pada waktu yang lain setelah mendapatkan sesuatu yang bisa dipergunakan untuk bersuci. Hal ini mengingat bersuci adalah syarat shalat. Begitu pula dengan seseorang yang melaksanakan shalat tanpa mengetahui waktu, maka wajib I’adah sebagaimana disampaikan qdhi Abu Thoyyib dan Abu Hamid Al-Ghazali.
contoh niat sholat I’adah tidak jauh berbeda dengan sholat ada’ (bisa ditambah dengan lafadz اعادة)) atau tidak seperti di bawah ini :
اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل
القبلة اعادة لله تعالى
Gambaran :
1.
Sholat I’adah yang tidak wajib adalah seperti
seseorang yang shalatnya tanpa menutup sebagian atau seluruh aurat karena
memang tidak punya sama sekali.
2. Sholat I’adah yang sunah
adalah apabila ada shalat kedua yang lebih afdhal (lebih
utama), seperti
orang yang sudah shalat sendirian atau berjamaah. Kemudian dalam waktu yang
tidak lama ada jamaah yang lebih banyak, maka ia disunahkan i’adah mengikuti
jamaah yang kedua.
Dengan demikian shalat
I’adah tidaklah seperti shalat ada’ atau qadha’.
a. I’adah tidak
berfungsi menggantikan shalat sebelumnya, karena pada prinsipnya shalat yang
pertama adalah shalat yang sah.
b.
I’adah ada yang wajib, tidak wajib dan ada yang sunah.
Hal ini tidak seperti ada’ dan qadha’ yang keduanya sama-sama wajib.
c. Shalat
I’adah yang belum dilaksanakan, karena pelakunya keburu meninggal dunia (baca juga niat dan cara pelaksanaan sholat ghaib),
misalnya tidak akan dituntut seperti shalat qadha’ yang belum dilaksanakan.
Baca pula Tata cara dan niat sholat idul fitri dan idul adha
Baca pula Tata cara dan niat sholat idul fitri dan idul adha
Demikian
artikel tentang Niat sholat ada’ . qodho dan i’adah serta pengertiannya; semoga bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan
umumnya bagi segenap pembaca, amiin
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

No comments:
Post a Comment