Wednesday, 16 January 2019

10 Materi Keutamaan Sholat Dhuha Yang Fantastis

10 Materi Keutamaan Sholat Dhuha Yang Fantastis

Assalaamu'alaikum wr.wb
   Postingan kali ini insya Alloh saya akan mencoba menguraikan tentang Materi dan Keutamaan Sholat Dhuha.
Sholat dhuha adalah salah satu  sholat sunnah yang di anjurkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw kepada umatnya.
sholat dhuha ini biasanya dilaksanakan pada pagi hari tepatnya setelah terbitnya matahari sampai dengan sebelum teriknya matahari, itulah waktu dimana sholat dhuha dilaksanakan.
Jumlah rakaat pada sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dan lebih utama dilaksanakan di masjid khususnya bagi kaum laki-laki dan untuk Perempuan lebih utama  dilaksanakan di rumah. Silahkan baca Niat Sholat Dhuha
sholat dhuha sebaiknya silaksanakan secara konsisten (secara istiqomah) dan masuk agenda rutinitas sahabat sekalian, sehingga jika sahabat tidak melaksanakan sholat dhuha satu kali saja akan terasa punya hutang bermiliyar-miliyar.
1.      Melatih Kedisiplinan Ibadah berupa istiqomah
2.      Melaksanakan amalan Baginda Rasulullah SAW
3.      Sebagai Media Permohonan untuk kelancaran rezeki
4.      Pahalanya seperti bersedekah
Mengerjakan shalat dhuha memiliki nilai yang sama seperti nilai amalan seperti keutamaan sedekah. Sesdekah yang dimaksud adalah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita terlebih jika kita ikhlas mengerjakannya ( baca ciri-ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah)  Orang islam yang mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak persendian itu. Sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :
“Disetiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah,s etiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu”
5.      Dicukupi kebutuhannya
Shalat Dhuha yang dilakukan oleh seseorang diawal hari menjanjikan tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut di akhir hari. Shalat Dhuha merupakan shalat yang dilakukan untuk memohon rizki kepada Allah SWT. Hal tersebut ditunjukan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan tersirat dalam do’a yang dibaca setelah pelaksanaan shalat tersebut. Selain itu, Allah juga berjanji pada setiap umat islam yang rajin melaksanakan shalat Dhuha untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, setidaknya kebutuhannya disore atau diakhir hari. Dengan janji-Nya tersebut, Allah sebenarnya ingin memberikan balasan dan imbalan atas kesediaan hamba-Nya untuk mengingat diri-Nya di waktu Dhuha dengan memenuhi apa-apa yang menjadi kebutuhan dia sepanjang hari itu. Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist qudsi. Rasulullah saw. Yang bunyinya :
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu
Janji Allah ini akan bisa menjadi penyebab hati gelisah dikarenakan kurangnya rizki yang diperoleh serta mencegah bahaya putus asa bagi sebagian orang yang tidak diberikan rizki yang cukup. Shalat dhuha adalah merupakan salah satu perantara agar keinginan cepat terkabul seperti halnya kika mengerjakan shalat hajat.
6.      Meraih Ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat
Orang yang dengan tekun mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. Hal ini terjadi di zaman Rasullullah dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan shalat Dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang banyak dan tentunya kemenangan. Hal ini merupakan motivasi untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal amatlah besar.
Rasulullah pun menimbang bahwa keuntungan yang akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan shalat Dhuha akan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid tersebut. Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang bunyinya :
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

7.      Berpahala dengan rumah di surga
Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha 12 rekaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat. Hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :
“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah)

8.      Mendapat pahala haji dan umrah
Orang yang melaksanakan shalat Dhuha dengan tekun akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna Dari Anas ra berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”

9.      Menggugurkan dosa
Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin melakukan ibadah shalat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

10.  Dibuatkan pintu khusus di surga
Keutamaan lain yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekum mengerjakan shalat dhuha adalah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak, yakni pintu yang dinamakan pintu Dhuha. Dengan demikian maka jelaslah bahwa orang yang tekun mengerjakan shalat dhuha memiliki kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT hingga dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga  tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf. Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda,
“sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)
  
Sampai disini artikel tentang 10 Marteri keutamaan Sholat Dhuha yang fantastis ini semoga dapat bermanfaat dan kita semua bisa diberikan kekuatan untuk bisa melaksanakannya, amiin.
Wassalaam....

NIAT SHOLAT SUNAT DHUHA

NIAT SHOLAT SUNAT DHUHA

    Sholat Sunat Dhuha merupakan salah satu sholat sunat yang di anjurkan bagi setiap muslimin dan muslimat yang dilaksanakan diluar waktu sholat Fardlu yaitu mulai terbitnya matahari hingga sebelum datang waktu dzuhur (terik matahari). Adapun keutamaan waktu Sholat sunat dhuha ini sebaiknya dilaksanakan antara pukul 08.00 sampai dengan 09.00;
Ada hal menarik dalam pelaksanaan sholat sunat dhuha ini, mengapa sholat sunat dhuha tidak boleh dilaksanakan pas terbit matahari?? Hal ini dikhawatirkan akan menyamai ritual keagamaan kaum majusi yang menganggap bahwa Tuhan itu adalah matahari. (Baca juga Niat sholat Ada' , Qodo dan i'adah serta penjelasannya)
Kemudian sholat sunat dhuha banyak sekali keutamaan atau fadilah yang ada di dalamnya antara lain :
1.      Sebagai amalan sunat yang dianjurkan
2.      Dilancarkan jalan rezeki dan usaha
3.      Dll
Namun perlu digaris bawahi, bahwa dalam setiap melaksanakan amal ibadah (solat sunat dhuha) diharapkan jangan berharap kepada selain Alloh SWT, misalnya kita melaksanakan solat sunat dhuha karena ingin kaya atau lancar usaha dan sebagainya sehingga hal tersebut dijadikan sebagai prioritas utama, melainkan kita melaksanakan sholat sunat dhuha tersebut hanya atas dasar perintah Alloh swt dan sebagai ibadah.

    Sholat Sunat Dhuha dilaksanakan seperti halnya sholat fardlu biasanya (mulai bacaan dan gerakan), yang membedakan antara sholat sunat dhuha dengan sholat yang lainnya adalah dengan niat.
Adapun niat sholat sunat dhuha adalah sebagai berikut :
نويت اصلى صلاة الضحى ركعتينى مستقبل الكعبة سنة لله تعالى
Artinya : “aku berniat melaksanakan sholat duha dua raka’at dengan menghadap ka’bah (kiblat) sunat karena Alloh ta’ala”
Kemudian takbiratul ihram dan seperti halnya kita melaksanakan sholat fardlu, namun pada sholat sunat dhuha ini dilaksanakan hanya dua raka’at untuk setiap salamnya.
Adapun jumlah raka’at sholat dhuha minimal dilaksanakan adalah dua raka’at (satu kali salam), sedangkan maksimal dilaksanakan 12 raka’at (6 kali salam) dan setelah salam dianjurkan untuk membaca do’a sebagai berikut :
اللهم ان الضحاء ضحئك والبهاء بهائك والجمال جمالك والقوة قوتك والقدرة قدرتك والعصمة عصمتك اللهم ان كان رزقي فى السماء فانزله وان كان فى الارض فاخرجه وان كان معسرا فيسره وان كان حراما فطهره وان كان بعيدا فقربه بحق ضحاءك وبهاءك وجمالك وقوتك وقدرتك اتني ما اتيت عبادك الصالحين.
Artinya :
“ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, kekuasaan ini adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Ya Allah jika rizkiku ada di langit, maka turunkanlah, jika ada di bumi, maka keluarkanlah ; jika sulit, maka mudahkanlah; jika haram, maka sucikanlah; dan jika jauh, maka dekatkanlah. Sebab berkah kebenaran waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah aku apa-apa yang telah engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih-shalih”.

            Demikianlah artikel tentang niat sholat dhuha ini semoga bias menebar kebaikan bagi setiap yang membacanya, amiiin.

Monday, 14 January 2019

Niat Sholat Ada’ , Qodho, Dan I’adah Serta Pengertiannya



Niat Sholat Ada’ , Qodho, Dan I’adah Serta Pengertiannya

Assalaamu’alaikum Wr.Wb
http://kumpulanniatsholat.blogspot.com
Selamat berjumpa kembali di seputar kumpulan niat sholat. sengaja kami sajikan dengan bahasa yang lebih ringan agar mudah difahami oleh semua kalangan terutama bagi saya pribadi yang masih belajar dalam sholat.
Pada postingan kali ini, insya Alloh saya akan share tentang Niat sholat ada’. qodho dan i’adah serta pengertiannya.

Apa yang dinamakan sholat ada’?...
1.      Shalat ada’ merupan sholat yang dikerjakan dalam batas waktu yang telah ditentukan. Menurut Madzhab Hanafiyah apabila seseorang mendapatkan kira-kira hanya sekedar takbiratul ihram di akhir waktu shalat. Sementara menurut madzhab Syafi’iyah berpendapat bahwa seseorang dikatakan shalat ada’ apabila mendapatkan satu rakaat sebelum berakhir waktu sholat berikutnya.
contoh niat sholat ada’ :
اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل القبلة ادأ لله تعالى

lalu apa yang damakan sholat qadha’??
2.      Sholat qodho yaitu sholat yang dikerjakan di luar waktu sholat yang ditentukan yang dijadikan sebagai pengganti shalat yang ditinggalkan karena unsur syara’ (udzur syara’ dalam sholat yaitu lupa dan tidur) atau unsur kesengajaan, lupa, atau tidak memungkinkan melaksanaan shalat tersebut, namun sholat itu lebih utama dilaksanakan pada waktunya (ada’).
Berikut adalah contoh niat sholat Qodho :

اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Ditinjau dari sisi hukum syara’, sebenarnya antara qadha’ dan ada’ adalah sama, yaitu sama-sama wajib sebagai mana diungkapkan Al-imam Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali dalam kitabnya, Fawatikhu rakhamut bahwa kewajiban itu ada dua yaitu ada’ dan qadha’. Hanya saja pelaksanaan dan nilai yang berbeda. Yang satu dilaksanakan tepat waktu, yang lainnya tidak, sehingga berdosa. Tetapi terlepas dari berdosa atau tidak, qadha’ adalah tindakan indisipliner yang akan mengurangi nilai seseorang hamba dengan tuhannya, jadi sebaiknya sholat dikerjakan sesuai pada waktunya.
(Baca juga Bacaan niat sholat fardlu lengkap dengan artinya)
Kemudian apa yang dinamakan dengan sholat i’adah?

3.      Menurut istilah para fuqaha (ahli fiqih), Sholat i’adah yaitu sholat yang dikerjakan yang kedua kalinya pada waktunya atau tidak. Karena pada shalat yang pertama tedapat cacat atau karena ada shalat kedua yang lebih tinggi tingkat keutamaannya.
Shalat I’adah ada yang wajib, tidak wajib dan sunnah. I’adah yang wajib diantaranya apabila seseorang tidak menemukan atau memiliki sesuatu yang mensucikan untuk bersuci (air, debu). Dalam waktu yang terbatas, seseorang tetap wajib melaksanakan shalat meskipun tidak bersuci dan kemudian wajib i’adah pada waktu yang lain setelah mendapatkan sesuatu yang bisa dipergunakan untuk bersuci. Hal ini mengingat bersuci adalah syarat shalat. Begitu pula dengan seseorang yang melaksanakan shalat tanpa mengetahui waktu, maka wajib I’adah sebagaimana disampaikan qdhi Abu Thoyyib dan Abu Hamid Al-Ghazali.
contoh niat sholat I’adah tidak jauh berbeda dengan sholat ada’ (bisa ditambah dengan lafadz اعادة)) atau tidak seperti di bawah ini :
اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل القبلة اعادة لله تعالى

Gambaran :
1.      Sholat I’adah yang tidak wajib adalah seperti seseorang yang shalatnya tanpa menutup sebagian atau seluruh aurat karena memang tidak punya sama sekali.
2.      Sholat I’adah yang sunah adalah apabila ada shalat kedua yang lebih afdhal (lebih utama), seperti orang yang sudah shalat sendirian atau berjamaah. Kemudian dalam waktu yang tidak lama ada jamaah yang lebih banyak, maka ia disunahkan i’adah mengikuti jamaah yang kedua.

Dengan demikian shalat I’adah tidaklah seperti shalat ada’ atau qadha’.
a.       I’adah tidak berfungsi menggantikan shalat sebelumnya, karena pada prinsipnya shalat yang pertama adalah shalat yang sah.
b.      I’adah ada yang wajib, tidak wajib dan ada yang sunah. Hal ini tidak seperti ada’ dan qadha’ yang keduanya sama-sama wajib.
c.       Shalat I’adah yang belum dilaksanakan, karena pelakunya keburu meninggal dunia (baca juga niat dan cara pelaksanaan sholat ghaib), misalnya tidak akan dituntut seperti shalat qadha’ yang belum dilaksanakan.
Baca pula Tata cara dan niat sholat idul fitri dan idul adha

Demikian artikel tentang  Niat sholat ada’ . qodho dan i’adah serta pengertiannya; semoga bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi segenap pembaca, amiin
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb