Friday, 17 August 2018

TATA CARA DAN NIAT SHALAT IDUL FITRI DAN IDUL ADHA

TATA CARA DAN NIAT SHALAT IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
  
    Pada postingan perdana ini, saya mencoba mengulas tentang tata cara dan niat sholat Idul
http//:abimkazama2@gmail.com
Fitri dan Idul Adha; Hari raya Idul Fitri Alhamdulillah sudah terlewat satu bulan yang lalu, dan sebentar lagi kita akan melaksanakan shalat Idul Adha, semoga kita semua diberikan kesempatan oleh Alloh Swt untuk berjumpa kembali dengan kedua hari raya tersebut, amiin.
Mungkin pada kali ini tulisan ini dibuat bukan hanya sebagai informasi portal beita, melainkan untuk saling mengingatkan sesama muslim di seluruh belahan dunia; Berikut kami sajikan tata cara dan Niat Shalat Idul Fitri dan idul Adha.

1.    Niat Sholat Sunah Idul Fitri sebagai Ma'mum
ااُصَلِّى سُنُّةً  عِيْدِالْفطر رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala,
 
2.    Niat Sholat Sunah Idul Fitri sebagai Imam
ااُصَلِّى سُنُّةً  عِيْدِالْفطر رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِ اِمَامًا للهِ تَعَالَى
Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala
 
3.    Niat Sholat Sunah Idul Adha sebagai Ma'mum
ااُصَلِّى سُنُّةً  عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala
 
4.    Niat Sholat Sunah Idul Adha sebagai Imam
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala
Shalat Idul Fithri atau Idul Adha terdiri dari dua raka’at.
Adapun tata cara melaksanakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha adalah sebagai berikut:
a)  Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.
b) Kemudian bertakbir (takbir jawaid/ takbir tambahan) sebanyak tujuh kali takbir selain takbiratul ihrom; Sedangkan pada rakaat kedua takbir zawaid (tambahan) nya adalah sebanyak 5 kali takbir sebelum memulai membaca Al Fatihah. Ketika takbir-takbir tersebut boleh mengangkat tangan sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”
c)   Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.” Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian Ulama salaf diantara tiap takbir membaca bacaan sebagai berikut:
a.    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
Artinya:
Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.
b.    Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.
c.    Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan kepada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).
 
Boleh juga membaca surat Al- A’laa pada raka’at pertama dan surah Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surah Al A’laa pada raka’at pertama dan surah Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa)dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.
d)    Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).
e)    Bertakbir ketika berdiri untuk mengerjakan raka’at kedua.
f)    Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud sebelum memulai membaca Al Fatihah.
g)    Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
h)    Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.
Demikian artikel Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri dan idul Adha  yang dapat kami sajikan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, amiin.


No comments:

Post a Comment