Wednesday, 6 May 2020

Penjelasan Membaca Fatihah Dalam Sholat

Penjelasan Membaca Fatihah Dalam Sholat

      Assalaamu’alaikum Wr.Wb
     
  
https://kumpulanniatsholat.blogspot.com/
Pada kesempatan pagi ini insya Alloh kita akan mencoba melanjutkan materi tentang Membaca Pembacaan Fatihah Dalam Sholat sebagai rukun sholat yang ke empat.
Di dalam melaksanakan rangkaian sholat ada bagian yang diwajibkan Membaca Fatihah pada setiap rokaatnya dalam sholat, baik dalam sholat fardhu, sholat sunnah, bagi yang munfarid (sholat sendiri) maupun yang sholat berjama’ah, serta sholat yang berkatagori sholat Siriyah (bacaan samar) maupun Jahriyah (bacaan lantang); Hal ini berdasarkan sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim : لاصلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب
“tidak lah sah sholatnya seseorang yang tidak membacakan fatihah kitab (al-qur’an)”
Ada sedikit pengecualian yaitu bagi mereka yang sholatnya menjadi ma’mum pada rakaat masbuk dalam berjama’ah (sholatnya ma’mum yang tidak berjama’ah dari awal sholat bersama imam).

     Membaca Fatihah dalam sholat tentunya bersama dengan bacaan bismillah, karena bacaan bismillah termasuk salah satu ayat dalam fatihah, karena Nabi Muhammad saw membaca bismillah yang kemudian dilanjutkan dengan Membaca Fatihah dalam sholat serta mengulanginya membaca bismillah pada setiap awal membacakan surah dalam al-qur’an kecuali pada surah Taubat.
Membaca Fatihah dalam sholat juga harus dengan dilengkap dan sempurna dengan tasydid serta hurufnya jangan sampai ada yang terlewat; Tasydid dalam fatihah terdapat 14 tasydid serta jumlah huruf dalam fatihah menurut imam Malik ada 141 huruf (I’anatutholibin I hal: 139). 
    Adapun Fatihah beserta tasydidnya adalah sebanyak 155 huruf. Kemudian Membaca Fatihah dalam sholat juga harus benar Makhorijul Huruf serta ilmu Tajwidnya dan harus pula dijaga sambungan dalam setiap ayat secara tertib jangan sampai terpisah oleh lafadz ataupun sesuatu selain dari huruf dan kalimat Fatihah seperti ketika Membaca Fatihah dalam sholat terpisah dengan berdiam yang lama (lebih dari 1 kali nafas).
Intinya Membaca Fatihah dalam sholat haruslah utuh dan sempurna. Lalu bagaimana jika bacaan fatihah terhalang oleh sesuatu yang menunjang terhadap bacaan fatihah dalam sholat? Hal ini tentunya diperbolehkan seperti tenggorokan kita kurang nyaman saat membaca fatihah karena terganggunya tenggorokan, kemudian kita berdahak karena jika tidak berdahak akan rusak bacaan fatihah kita. Lalu bagaimana jika kita berdahak tanpa alasan yang berhubungan dengan bacaan fatihah?? Hal ini tidak diperkenankan bahkan bisa membatalkan sholat. ; so Keep Full of Fatihah..! tapi jangan lupa baca pula artikel tentang bacaan niat sholat fardlu lengkap dengan artinya

     Membaca Fatihah dalam sholat yang harus di ulangi kembali adalah apabila terpisah dengan bacaan dzikir yang lain yang tidak ada hubungannya dalam sholat meskipun hanya sedikit seperti halnya membaca sebagian ayat selain fatihah atau membaca hamdalah ketika bersin saat Membaca Fatihah dalam sholat meskipun disunnahkan seperti halnya pada luar sholat.
Membaca Fatihah dalam sholat yang tidak mesti diulangi lagi adalah apabila terpisah dengan bacaan dzikir yang lain yang ada hubungannya dalam sholat, seperti membaca lafadz amiin atau sujud tilawah serta berdo’a memohon rahmat atau memohon ampunan dosa.
Apabila seseorang merasa ragu saat membaca fatihah (sebagian ataupun seluruhnya) dalam sholat, maka sebaiknya diulangi kembali bacaan fatihahnya. Salah satu kaidah Usul Fiqih mengatakan :
  الاصل قوي (hukum asal itu lebih kuat dari hukum far’u)

Demikianlah artikel tentang Penjelasan Membaca Fatihah Dalam Sholat, semoga bermanfaat..!amiin
Wassalaamu’alaikum wr.wb




  





No comments:

Post a Comment