Monday, 18 February 2019

NIAT DAN TATA CARA SHOLAT GERHANA MATAHARI/ BULAN


NIAT DAN TATA CARA SHOLAT GERHANA MATAHARI/ BULAN

http://kumpulanniatsholat.blogspot.com     Mungkin bagi orang-orang non muslim bahwa terjadinya gerhana merupakan fenommena alam semata, namun bagi kaum muslimin terjadinya gerhana merupakan pertanda keagungan dan kemaha kuasaan Alloh swt yang patut kita agungkan. Sangat dianjurkan ketika terjadi gerhana baik gerhana matahari ataupun bulan baik total maupun sebagian, seluruh umat islam disunnahkan untuk memperbanyak tabir serta melaksanakan sholat sunnah yang disebut dengan sholat sunnah gerhana; jika sholat gerhana matarhari disebut (Kusufissyamsi), jika gerhana bulan disebut (Khusufil qomari); maka kedua sholat ini dikenal dengan nama sholat khusufain (sholat dua gerhana). Hukum dari kedua sholat ini adalah sunnah muakad artinya sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Silahkan baca juga Bacaan sholat lengkap dengan artinya.
Pada postingan kali ini insya Alloh saya akan mencoba menguraikan tentang Niatdan tata cara sholat gerhana matahari/ bulan sebelum melanjutkan kembali materi tentang rukun sholat. 

Waktu Pelaksanaan Sholat Khusufain
Sholat khusufain (sholat gerhana matahari dan bulan) dilaksanakan saat timbulnya gerhana sampai matahari/ bulan kembali utuh seperti biasanya.

Cara Pelaksanaan Sholat Khusufain
Cara Pertama adalah dengan cara melaksanakan sholat dua rakaat seperti biasanya, boleh dilakukan secara munfarid (sendiri-sendiri) maupun secara berjama’ah (bersama-sama), namun lebih utama dikerjakan secara berjama’ah (bersama-sama).
Silahkan baca pula artikel terkait Bacaan Niat Sholat Fardhu Lengkap dengan artinya
Cara Kedua adalah dengan melaksanakan :
-          Sholat  dua rakaat dengan empat kali ruku’ dan empat kali sujud, ya’ni pada rakaat pertama setelah ruku’ dan i’tidal kembali membaca surah Al-fatihah lagi yang dilanjutkan dengan ruku’ kedua dan i’tidal kedua, langkah selanjutnya adalah sujud seperti biasa namun dilakukan empat kali.
Dalil yang melandasi hal tersebut adalah : 
Dari Abdullah bin Amru berkata,"Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat "As-shalatu jamiah". Nabi melakukan 2 ruku' dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku' untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,"Belum pernah aku sujud dan ruku' yang lebih panjang dari ini. (HR. Bukhari dan Muslim)
 -   Pada rakaat kedua juga dilakukan seperti pada rakaat yang pertama. Dengan     demikian sholat gerhana tersebut terdiri dari empat kali ruku’, empat kali membaca   surah Al-Fatihah serta empat kali sujud.
 -   Pada bacaan surah Al-Fatihah serta membaca salah satu surah Al-Qur’an pada  sholat gerhana bulan adalah dinyaringkan, sedangkan pada sholat gerhana matahari kedua bacaan tadi tidak dinyaringkan; namun pada pembacaan surah tiap-tiap rakaat setelah Fatihah sebaiknya membaca surah-surah yang panjang.

Berikut adalah Lafadz Niat Sholat Gerhana Bulan :
اصلى سنة الخسوف القمر ركعتين لله تعالى
 “aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat, karena Alloh ta’ala”
Sedangkan Lafadz Niat Sholat Gerhana Matahari :
اصلى سنة الكسوف الشمس ركعتين لله تعالى
“aku niat sholat gerhana Matahari dua rakaat, karena Alloh ta’ala”
Shalat gerhana matahari/ bulan termasuk jenis shalat sunnah yang panjang dan lama durasinya. Di dalam hadits shahih disebutkan tentang betapa lama dan panjang shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat itu :

ابْنُ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَال : كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  فَصَلَّى الرَّسُول  وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل

Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku' cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku' lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku' yang pertama. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Pada saat terjadinya gerhana matahari, dianjurkan pula untuk memperbanyak amal-amalan seperti berdzikir, takbir di Masjid, sodakoh kepada fakir miskin serta orang- orang terlantar.
bagi kita sebagai umat islam moment gerhana matahari bukan hanya sekedar menikmati fenomena alam semata, akan tetapi sejauh mana keimanan kita terhadap keagungan dan kekuasaan Alloh swt yang mengatur segala sesuatu ciptaannya termasuk bulan dan matahari yang selama ini menemani kehidupan manusia pada malam dan siang hari.

Demikian artikel tentang Niat dan tata cara sholat gerhana matahari/ bulan.
Semoga Bermanfaat...!!


No comments:

Post a Comment